Dari Trainer Biasa Menjadi Instruktur Level 4 BNSP via Jalur Online: Cerita Transformasi yang Kini Bisa Anda Jalani

Dari Trainer Biasa Menjadi Instruktur Level 4 BNSP via Jalur Online: Cerita Transformasi yang Kini Bisa Anda Jalani

Bayangkan ini: Anda telah bertahun-tahun menjadi trainer atau pelatih di perusahaan, fasih berdiri di depan kelas, dan melihat peserta tersadar akan suatu konsep. Namun, seringkali terbersit pertanyaan, “Apa ada jenjang yang lebih tinggi dari ini? Bagaimana agar keahlian saya diakui secara nasional, tidak hanya di perusahaan ini?” Inilah cerita yang pernah dihadapi oleh banyak profesional seperti Anda. Dahulu, untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), seseorang harus melalui proses tatap muka yang panjang dan seringkali terkendala lokasi. Tapi kini, era telah berubah. Transformasi dari trainer biasa menjadi Instruktur Level 4 BNSP kini bisa diakses dengan lebih mudah via jalur online.

Artikel ini akan memandu Anda memahami bagaimana revolusi digital membuka jalan bagi para trainer untuk mengukir kredibilitas baru, meningkatkan nilai diri, dan membuka pintu peluang yang lebih luas—semuanya dari kenyamanan rumah atau kantor Anda.

Memahami Peta Perjalanan: Apa Itu BNSP dan Level 4?

Sebelum masuk lebih jauh, mari sederhanakan dulu bahasanya. BNSP adalah lembaga independen yang diakui pemerintah untuk memberikan sertifikasi profesi resmi. Sertifikasi ini adalah bukti bahwa kemampuan Anda memenuhi standar nasional, diakui di seluruh Indonesia, dan bahkan sering menjadi nilai tambah di mata hukum dan pasar kerja. Bayangkan seperti SIM untuk profesi Anda.

Di dalam skema sertifikasi ini, ada jenjang untuk InstrukturLevel 4 adalah jenjang awal yang sangat strategis. Posisi ini bukan sekadar “pelatih”. Seorang Instruktur BNSP Level 4 adalah seseorang yang kompeten untuk melatih dan melakukan asesmen (penilaian) terhadap calon peserta sertifikasi pada level tertentu. Ini adalah peran yang lebih tinggi, yang memerlukan pemahaman mendalam tentang materi, teknik pelatihan yang efektif, dan metodologi penilaian yang obyektif.

Dahulu, untuk mencapai level ini, Anda harus mengikuti pelatihan TOT (Training of Trainers) dan TOA (Training of Assessor) secara fisik, yang memakan waktu dan biaya perjalanan. Kini, dengan jalur online, proses pembelajaran, mentoring, hingga uji kompetensi dapat dilakukan secara daring tanpa mengurangi kualitas dan legitimasi sertifikat yang nanti Anda dapatkan.

Manfaat Besar di Balik Sertifikasi Instruktur BNSP Level 4 Online

Mengapa langkah ini begitu penting? Berikut manfaat konkret yang akan Anda rasakan:

  1. Kredibilitas yang Melonjak. Sertifikat BNSP adalah badge resmi. Ini mengubah status Anda dari “trainer internal perusahaan” menjadi “Instruktur Bersertifikasi Nasional”. Kredibilitas ini meningkatkan kepercayaan klien, peserta, dan atasan.

  2. Nilai Jasa yang Meningkat. Dengan kredibilitas yang lebih tinggi, Anda berhak menetapkan tarif yang lebih baik. Banyak lembaga pelatihan dan proyek pemerintah mensyaratkan instruktur bersertifikasi BNSP.

  3. Peluang Kerja yang Lebih Luas. Pintu terbuka untuk menjadi asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), instruktur di lembaga pelatihan berskala nasional, atau konsultan independen. Anda tidak lagi terikat pada satu perusahaan.

  4. Pengakuan Kompetensi secara Formal. Semua pengalaman dan ilmu Anda selama ini akhirnya mendapatkan pengakuan tertulis yang sah dan diakui negara. Ini adalah investasi terbaik untuk portofolio karir.

  5. Fleksibilitas dan Efisiensi. Jalur online memungkinkan Anda belajar sesuai ritme, tanpa harus meninggalkan kota atau pekerjaan utama. Anda bisa mengatur waktu antara job training Anda dengan proses sertifikasi.

Panduan Praktis: Langkah Menuju Instruktur Level 4 BNSP via Online

Bagaimana memulainya? Ikuti peta langkah-langkah praktis berikut ini:

  1. Persiapkan Dasar yang Kuat: Pastikan Anda sudah memiliki pengalaman sebagai trainer/pelatih minimal 2-3 tahun. Kumpulkan portofolio materi pelatihan, sertifikat pelatihan sebelumnya, dan CV yang mendokumentasikan jam terbang Anda.

  2. Cari Lembaga Pelatihan Resmi (LSP Pihak 1 atau Tempat Uji Kompetensi/TUK) yang Menyediakan Jalur Online. Ini langkah kritis. Pastikan lembaga tersebut terdaftar di BNSP dan program Instruktur Level 4-nya diakui untuk dilaksanakan secara daring. Lakukan riset, baca review, dan hubungi administratornya.

  3. Daftar dan Ikuti Pelatihan (Bimbingan Teknis). Anda akan mengikuti pelatihan online yang mencakup materi tentang Skema SertifikasiPrinsip-Prinsip AsesmenTeknik Instruksional, dan Penyusunan Perangkat Pelatihan/Asesmen. Manfaatkan sesi interaktif dan forum diskusi.

  4. Buat Perangkat Asesmen (Portofolio Bukti Kompetensi). Di bawah bimbingan mentor online, Anda akan menyusun tugas praktek seperti membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), soal asesmen, dan instrument penilaian. Ini adalah bukti kemampuan aplikatif Anda.

  5. Ikuti Uji Kompetensi (Asesmen) Online. Proses ini meliputi ujian tertulis (daring), wawancara via video call, dan presentasi portofolio Anda di depan panel asesor. Pastikan koneksi internet dan ruangan Anda kondusif.

  6. Tunggu Pengumuman dan Terbitnya Sertifikat. Jika lulus, Anda akan menerima Sertifikat Kompetensi sebagai Instruktur Level 4 BNSP yang sah secara hukum. Proses penerbitan biasanya memakan waktu beberapa minggu.

Tips Penting: Selama proses online, disiplin dan proaktif adalah kunci. Buat jadwal belajar rutin, aktif bertanya di grup diskusi, dan jangan ragu meminta klarifikasi pada mentor. Perlakukan proses ini seperti proyek profesional yang serius.

Penutup: Ini Bukan Hanya Tentang Sertifikat, Tapi Tentang Masa Depan

Perjalanan dari trainer biasa menjadi Instruktur Level 4 BNSP via jalur online adalah lebih dari sekadar mendapatkan selembar kertas. Ini adalah komitmen untuk naik kelas, untuk berani mengukir standar yang lebih tinggi bagi diri sendiri, dan untuk membuktikan bahwa pengakuan nasional kini bisa diraih dengan cara yang modern dan efisien.

Di era di dimana kompetisi semakin ketat, memiliki sertifikasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Ini adalah kunci yang membuka gerbang menuju karier yang lebih mandiri, dihargai, dan penuh dampak.

Jadi, tunggu apa lagi? Jika Anda telah memiliki jam terbang sebagai trainer, kini saatnya melangkah lebih pasti. Mulailah riset lembaga sertifikasi online terpercaya hari ini. Investasikan waktu dan energi untuk proses ini, karena hasilnya akan membayar semua usaha Anda berkali-kali lipat di masa depan. Ambil kendali atas perkembangan karir Anda, dan mulailah transformasi itu sekarang juga.

Mengapa Perusahaan Harus Mengirim Internal Trainer ke Pelatihan ToT Offline? Investasi yang Hasilnya Berlipat Ganda

Mengapa Perusahaan Harus Mengirim Internal Trainer ke Pelatihan ToT Offline? Investasi yang Hasilnya Berlipat Ganda

Internal trainer di perusahaan Anda ibarat petani pertama. Mereka punya materi, tapi mungkin hanya menyampaikan apa yang ada di buku panduan atau slide. Sekarang, bayangkan jika Anda mengirim mereka ke “kebun” itu—yaitu sebuah pelatihan Training of Trainers (ToT) yang diselenggarakan secara offline. Di sanalah transformasi dari sekadar penyampai materi menjadi agen perubahan yang inspiratif dimulai. Artikel ini akan membahas mengapa menginvestasikan waktu dan biaya untuk mengirim pelatih internal ke program ToT tatap muka adalah salah satu keputusan strategis terbaik untuk pertumbuhan perusahaan.

Apa Itu ToT Offline dan Mengapa Dia Istimewa?

Training of Trainers (ToT) adalah program khusus yang dirancang untuk melatih para calon pelatih atau mengasah kemampuan pelatih yang sudah ada. Metodenya bukan sekadar memberikan materi, tetapi membekali mereka dengan keterampilan untuk melatih: cara menyusun kurikulum yang menarik, teknik presentasi yang memukau, seni mengelola kelas, hingga metode evaluasi yang efektif.

Nah, mengapa format offline atau tatap muka menjadi begitu krusial? Karena esensi dari pelatihan adalah interaksi manusiawi yang utuh. Di ruang pelatihan fisik, seorang internal trainer tidak hanya belajar teori, tetapi mengalami langsung dinamika kelompok, merasakan energi audiens, berlatih menangkap bahasa tubuh, dan mendapatkan umpan balik spontan yang tidak bisa direplikasi di depan kamar. Ini adalah “laboratorium praktik” yang paling nyata bagi seorang pelatih.

5 Manfaat Nyata Mengirim Internal Trainer ke ToT Offline

Investasi ini bukan sekadar urusan training, tapi tentang membangun kapabilitas organisasi dari dalam. Berikut manfaat yang akan perusahaan Anda petik:

1. Peningkatan Kualitas dan Konsistensi Pelatihan Internal

Dengan standar metodologi yang sama yang diterima semua internal trainer di ToT, kualitas pelatihan untuk karyawan baru atau program pengembangan menjadi seragam dan terjamin. Mereka belajar cara menyampaikan pesan perusahaan dengan cara yang sama kuatnya, memastikan corporate values dan prosedur tidak terdistorsi. Bayangkan semua trainer Anda adalah konsultan yang lulus dari sekolah yang sama—andal dan terpercaya.

2. Efisiensi Biaya Jangka Panjang yang Signifikan

Memang, mengirim karyawan ke pelatihan eksternal membutuhkan biaya awal (transportasi, akomodasi, investasi program). Namun, pikirkan ini sebagai pembelian mesin produksi pengetahuan. Setelah mereka kembali, Anda memiliki aset internal yang bisa melatih ratusan karyawan lainnya berulang kali, tanpa perlu membayar biaya trainer eksternal yang mahal untuk setiap sesi. Hitung ROI-nya dalam 2-3 tahun, angkanya akan sangat menarik.

3. Penyegaran Perspektif dan Jaringan

Terperangkap dalam rutinitas kantor bisa mematikan kreativitas. ToT offline mempertemukan trainer Anda dengan para profesional dari berbagai industri dan latar belakang. Diskusi di sela-sela kopi, berbagi pengalaman atas masalah kelas yang sama, akan membuka wawasan baru. Mereka pulang membawa segudang ide segar dan solusi kreatif untuk masalah pelatihan yang selama ini ada di perusahaan.

4. Peningkatan Motivasi dan Pengakuan bagi Internal Trainer

Mengirim karyawan ke pelatihan berkualitas adalah bentuk pengakuan dan investasi pada perkembangan mereka. Hal ini akan sangat memotivasi si trainer. Mereka merasa dihargai dan dipercaya sebagai ujung tombak pengembangan SDM perusahaan. Motivasi tinggi ini akan terbawa ke dalam kelas, menciptakan energi pelatihan yang lebih positif dan berdampak pada peserta.

5. Pembangunan Budaya Belajar yang Lebih Hidup

Ketika internal trainer kembali dengan teknik-teknik fasilitasi yang interaktif, games edukatif, dan metode partisipatif, suasana pelatihan internal berubah total. Dari yang mungkin membosankan menjadi dinamis dan menyenangkan. Hal ini secara tidak langsung membangun budaya belajar (learning culture) yang lebih kuat di dalam perusahaan. Karyawan tidak lagi melihat pelatihan sebagai kewajiban, tetapi sebagai pengalaman yang dinantikan.

Tips Praktis: Memaksimalkan Hasil Pelatihan ToT Offline

Agar investasi ini tidak berhenti di sertifikat, lakukan langkah-langkah konkret ini:

  1. Pilih Trainer dengan Kriteria Tepat: Jangan asal tunuk. Pilih karyawan yang memang memiliki passion untuk mengajar, komunikasi baik, dan dihormati rekan-rekannya. Kompetensi teknis penting, tetapi attitude dan kemauan belajar lebih krusial.

  2. Briefing Sebelum Keberangkatan: Jelaskan tujuan bisnis dari pengiriman mereka. “Kami ingin kamu kembangkan teknik untuk meningkatkan efektivitas pelatihan sales, agar closing rate naik 10%.” Dengan misi yang jelas, mereka akan lebih fokus selama pelatihan.

  3. Minta “Action Plan” Pasca-Pelatihan: Setelah kembali, minta mereka membuat rencana konkret: modul apa yang akan direvisi, teknik baru apa yang akan diterapkan dalam 3 bulan ke depan, dan bagaimana mengukur keberhasilannya.

  4. Berikan Panggung untuk Berbagi: Setelah pulang, adakan sesi berbagi pengetahuan (sharing session) dengan tim HRD atau manajemen. Ini memperkuat pembelajaran mereka dan menyebarkan ilmu ke orang lain.

  5. Dukung dan Beri Otoritas: Beri mereka ruang dan dukungan untuk menerapkan metode baru. Izinkan mereka bereksperimen dengan format pelatihan yang lebih modern. Kepercayaan Anda adalah bahan bakar mereka.

Kesimpulan: Bukan Biaya, Tapi Fondasi

Mengirim internal trainer ke pelatihan ToT offline ibarat mengasah mata pisau terbaik Anda. Pisau itu akan digunakan setiap hari untuk mengukir kompetensi dan keterampilan seluruh tenaga kerja di perusahaan. Hasilnya bukan sekadar pelatih yang lebih mahir, tetapi penghematan biaya jangka panjang, budaya organisasi yang lebih dinamis, dan yang terpenting, peningkatan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Jadi, saat anggaran pengembangan SDM dibahas, jangan lihat pelatihan ToT offline sebagai biaya yang bisa dipotong. Lihatlah sebagai investasi strategis untuk membangun pabrik pengetahuan internal Anda sendiri—yang akan terus menghasilkan “produk” bernama karyawan yang kompeten, termotivasi, dan selaras dengan visi perusahaan.

Sudah siap mengubah internal trainer Anda dari penyampai materi menjadi agen perubahan yang inspiratif? Mulailah dengan mengevaluasi program pengembangan pelatih Anda dan pertimbangkan untuk memasukkan ToT offline sebagai prioritas di tahun depan. Dampaknya akan beresonansi jauh ke dalam masa depan perusahaan Anda.

ToT BNSP Offline vs Online: Mana yang Lebih Efektif untuk Mengasah Skill Mengajar?

ToT BNSP Offline vs Online: Mana yang Lebih Efektif untuk Mengasah Skill Mengajar?

Secara sederhana, ToT BNSP adalah pelatihan khusus yang dirancang untuk membekali peserta dengan metodologi pelatihan yang efektif, sebelum mereka menguasai skema sertifikasi tertentu. Tujuannya adalah menciptakan trainer yang tidak hanya paham materi, tetapi juga mampu mentransfer ilmu tersebut dengan baik. Efektivitas dalam mengasah skill mengajar—seperti penguasaan kelas, penyampaian materi, teknik fasilitasi, dan membaca peserta—sangat bergantung pada metode pelatihan itu sendiri.

Lalu, di mana perbedaan mendasar antara ToT offline dan online? Mari kita bahas dengan gaya “adu keunggulan” yang ringan, layaknya memilih antara kopi tubruk dan kopi dalam kapsul. Keduanya menghasilkan kopi, tetapi pengalaman dan prosesnyalah yang berbeda.

ToT BNSP Offline: Ruang Kelas yang “Hidup” dan Penuh Dinamika

Kelebihan untuk Skill Mengajar:

  1. Interaksi Fisik dan Non-Verbal yang Lengkap: Ini adalah arena utama. Di kelas offline, Anda belajar membaca “aura” ruangan. Anda bisa melihat bahasa tubuh peserta secara jelas, menangkap ekspresi kebingungan dari sorot mata, atau mendeteksi kejenuhan dari posisi duduk. Kemampuan ini adalah senjata utama trainer. Anda juga bisa berlatih mengatur panggung, bergerak di antara peserta, dan menggunakan alat peraga fisik secara langsung.

  2. Praktik Microteaching yang Nyata: Saat sesi praktik mengajar, Anda berdiri di depan audiens yang nyata. Gugup, keringat dingin, dan salah tingkah adalah bagian dari pembelajaran. Umpan balik yang Anda terima sangatlah konkret dan multi-sensori, tidak hanya tentang apa yang Anda sampaikan, tapi juga bagaimana Anda menyampaikannya di ruang tiga dimensi.

  3. Jaringan dan Kolaborasi Intens: Coffee break dan makan siang adalah ekstensi dari kelas. Di sinilah diskusi informal, berbagi pengalaman, dan membangun chemistry dengan calon kolega terjadi. Koneksi ini sendiri adalah pelajaran berharga tentang membangun relasi sebagai seorang trainer.

Tantangannya:

  • Keterbatasan Waktu dan Lokasi: Anda harus hadir di tempat dan waktu yang ditetapkan. Bagi yang sibuk atau tinggal di daerah jauh, ini bisa menjadi kendala biaya dan logistik yang besar.

  • Tempo yang Seragam: Pelatihan mengikuti kecepatan rata-rata kelas. Jika Anda cepat paham, mungkin harus menunggu; jika tertinggal, harus berusaha mengejar.

ToT BNSP Online: Kelas Tanpa Batas dan Fleksibel

Kelebihan untuk Skill Mengajar:

  1. Fleksibilitas Ruang dan Waktu: Ini adalah nilai jual terbesarnya. Anda bisa belajar dari mana saja, seringkali dengan akses ke rekaman yang bisa diulang. Ini ideal bagi profesional yang aktif atau mereka yang terkendala mobilitas.

  2. Melek Teknologi Pengajaran: Dengan sendirinya, Anda akan terlatih menggunakan platform digital—seperti Zoom, MS Teams, atau LMS—fitur breakout room, polling digital, papan tulis virtual, dan alat kolaborasi online. Skill mengajar di era digital menjadi salah satu output langsung dari pelatihan ini.

  3. Fokus pada Konten dan Struktur Penyampaian: Karena ruang gerak terbatas, pelatihan online menuntut penyusunan materi yang lebih terstruktur, padat, dan visual menarik. Anda belajar menyampaikan pesan dengan efektif dalam “bingkai” layar.

Tantangannya:

  • Keterbatasan Praktik “Langsung”: Meski ada sesi praktik via video, sensasi mengajar di depan layar sangat berbeda dengan di depan audiens hidup. Nuansa non-verbal banyak yang hilang, dan energi ruangan sulit dibangun.

  • Gangguan Teknis dan Keterbatasan Jaringan: Suara terputus, video freeze, atau delay bisa mengganggu alur mengajar dan mengurangi kualitas umpan balik.

  • Potensi Distraksi yang Tinggi: Peserta bisa dengan mudah membuka tab lain di browsernya, mengurangi fokus dan interaksi yang mendalam.

Lalu, Mana yang Lebih Efektif untuk Mengasah Skill Mengajar?

Jawabannya tergantung pada tujuan, gaya belajar, dan konteks Anda. Seperti memilih alat; palu lebih efektif untuk paku, tetapi obeng lebih efektif untuk sekrup.

  • Pilih ToT BNSP Offline jika: Anda adalah pembelajar kinestetik yang butuh interaksi fisik, ingin mengasah stage presence dan charisma di ruang nyata, serta memiliki akses dan waktu untuk hadir. Format ini sangat efektif untuk membangun fondasi soft skill mengajar yang mendalam.

  • Pilih ToT BNSP Online jika: Anda terkendala jarak dan waktu, sudah cukup percaya diri dengan dasar-dasar public speaking, dan ingin fokus menguasai teknik pelatihan digital yang justru semakin relevan. Format ini efektif untuk mengasah hard skill penyusunan materi digital dan fasilitasi virtual.

Tips Praktis Memilih dan Memaksimalkan ToT BNSP:

  1. Analisis Kebutuhan Diri: Tanyakan, “Apa kelemahan terbesar saya? Apaya kurang percaya diri di panggung nyata, atau justru kewalahan mengelola kelas virtual?”

  2. Cek Kredibilitas Lembaga Penyelenggara: Baik offline maupun online, pastikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau provider pelatihannya terdaftar resmi di BNSP dan memiliki fasilitator yang berpengalaman.

  3. Utamakan yang Memiliki Porsi Praktik Tinggi: Apapun formatnya, pastikan kurikulumnya tidak hanya teori. Minimal 40-50% harus berupa sesi praktik mengajar dan simulasi dengan umpan balik detail.

  4. Gabungkan Keduanya (Jika Memungkinkan): Idealnya, ikuti ToT hybrid. Pelajari teori dan dasar-dasar via online, lalu ikuti sesi praktik intensif dan ujian akhir secara offline. Ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat ganda.

Kesimpulan dan Ajakan Bertindak

Pertanyaan “ToT BNSP offline vs online mana yang lebih efektif?” tidak lagi tentang mana yang lebih baik, tetapi tentang mana yang lebih cocok untuk konteks dan tujuan pengembangan skill mengajar Anda. Dunia pelatihan sendiri telah bergerak ke arah hybrid, yang memadukan kekuatan keduanya.

Skill mengajar yang sesungguhnya adalah kemampuan beradaptasi—bisa memukau di ruang kelas konvensional sekaligus memimpin diskusi dengan efektif di ruang virtual. Oleh karena itu, pilihlah format yang paling bisa menantang zona nyaman Anda dan mengisi celah kompetensi yang masih kurang.

Jangan hanya terpaku pada metodenya, tapi lihatlah kualitas konten dan pelatihnya. Segera cari informasi jadwal ToT BNSP terdekat atau terpercaya, baik yang diselenggarakan secara offline maupun online, dan ambil langkah pertama untuk menjadi trainer yang bukan hanya tersertifikasi, tetapi juga benar-benar kompeten. Masa depan pelatihan ada di tangan mereka yang bisa menguasai kedua dunianya. Siapkah Anda?

Triyana

Profil Trainer

Seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI. Memiliki latar belakang keilmuan di bidang Learning & Performance Consultant, Learning Design, E-Learning Designer, CX Designer, LX Designer, dan Learning Facilitator. Selama lebih dari 6 tahun Ia dipercaya sebagai konsultan untuk perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Tak berhenti di situ, kepiawaian beliau dalam bidang Engineer, Digital Marketing, Service Quality Assurance, dan HRD pun mampu memberikan perspektif unik dalam merancang solusi yang komprehensif dan tepat sasaran. Maka dari itu, Coach Triyana siap menjadi mitra ideal bagi Anda yang ingin mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan yang telah dirancang secara khusus.

Fauzi Noerwenda

Profil Trainer

Fauzi Noerwenda adalah seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI dan pendiri Persona Public Speaking. Dengan pengalaman dan keahliannya, Fauzi telah membantu banyak individu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri mereka. Sebagai seorang penulis, bukunya yang berjudul “Street Smart MC” menjadi panduan bagi mereka yang ingin menjadi Master of Ceremony (MC) yang handal. Kontribusinya sebagai pengurus HIPAPI Indonesia pun menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan profesi dan komunitas pembicara publik di Indonesia.

Trisna Lesmana

Profil Trainer

Trisna Lesmana adalah seorang Master Trainer Assessor BNSP RI. Juga Trainerpreneur yang telah membuktikan kiprahnya di dunia bisnis. Memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2023 dengan mendirikan bisnis pelatihan “Training of Trainer BNSP Certification”, ia berhasil mencetak lebih dari 2.000+ alumni dan dipercaya oleh 200+ perusahaan dan perguruan tinggi dalam waktu kurang dari dua tahun.

Hingga saat ini, Trisna Lesmana telah menjalankan 12 bisnis lintas industri, di antaranya: Klinik Kecantikan, Skincare, Pelatihan, Konsultan, Agency, & Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Perjalanan Karier

Trisna Lesmana memulai karier sebagai Professional Corporate Trainer  dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Namanya kian dikenal saat ia menjadi salah satu dari 14 coach yang berkontribusi dalam buku “Coaching Series” (Buku Untuk Pelaku UMKM). Ia juga menulis buku keduanya, “Living Agile with NLP,” yang telah memasuki cetakan ke-4. Karya-karyanya mendapat apresiasi tinggi dari tokoh nasional dan artis ternama, seperti: Sandiaga Uno, Ariel (Noah), Merry Riana, Jamil Azzaini, Sandy Susanto, Dani Sumarsono, Dll.

Penghargaan

Pada tahun 2017, Trisna Lesmana meraih penghargaan Best Performance di event “Influence Your Audience” yang diselenggarakan oleh Akademi Trainer.

Dunia Bisnis dan Content Creation

Pada tahun 2023, ia memperluas kiprahnya ke Dunia Bisnis dan mengukuhkan dirinya sebagai Content Creator pada tahun 2024. Di bawah mentoring Deddy Corbuzier dan Coach Indrawan Nugroho melalui program Content Creator Business School, Trisna berhasil merilis konten eksklusif di Instagram pribadinya yang mendapatkan penghargaan dan liputan dari berbagai media ternama, seperti: Liputan6, Republika, Detik.com, Warta Ekonomi, Media Indonesia, Jawa Pos, dan banyak lagi.

Komitmen dan Visi

Saya bantu Business Owner agar produknya dikenal luas, diterima market, & laris dengan pendekatan Smart Business Framework (SBF).

Smart Business Framework (SBF) adalah model bisnis yang fokus optimasi pada tiga pilar; Campaign Iklan (Digital Marketing), Positioning Product, & Akuisisi Market. Telah terbukti membantu ribuan pebisnis memetakan strategi agar produknya laris di pasaran.