Hal-hal Sepele yang Sering Membuat Asesor Mengurangi Nilai Anda.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Threads

Asesor adalah manusia. Mereka tidak hanya menilai konten atau hasil akhir, tetapi juga proses, kesan, dan profesionalisme keseluruhan yang Anda tampilkan. Detail-detail kecil ini bisa menjadi indikator keseriusan, kedisiplinan, dan kemampuan Anda dalam memperhatikan kualitas. Mari kita kupas satu per satu hal sepele yang sering menjadi “pencuri nilai” diam-diam itu, dilengkapi dengan tips praktis untuk menghindarinya.

1. Judul dan Format Dokumen yang Acak-acakan
Anda mungkin berpikir, “Yang penting isinya.” Tapi coba bayangkan asesor yang harus menilai puluhan bahkan ratusan dokumen. Dokumen Anda yang tanpa nama jelas, judul ambigu, atau format font berantakan adalah kesan pertama yang buruk. Ini seperti datang ke wawancara kerja dengan kaos oblong; konten Anda mungkin bagus, tetapi nilai “kerapian” langsung berkurang.

Tips Praktis: Gunakan format standar. Cantumkan nama lengkap, nomor identifikasi, dan judul yang jelas di header. Pilih font yang mudah dibaca (seperti Times New Roman atau Arial), ukuran 12, spasi 1.5. Periksa nomor halaman dan daftar isi jika dokumen panjang.

2. Jawaban yang “Hampir Benar” dan Tidak Spesifik
Dalam ujian atau laporan, menjawab pertanyaan dengan generalisasi adalah jebakan. Misal, pertanyaan “Jelaskan strategi pemasaran,” dijawab dengan “Menggunakan media sosial dan iklan.” Ini terlalu dangkal. Asesor mencari kedalaman pemahaman.

Tips Praktis: Gunakan metode BACATBaca pertanyaan dengan teliti, Ambil kata kunci, Cari poin inti, Ambil data pendukung, Tulis secara runtut dan spesifik. Berikan contoh konkret atau data pendukung untuk setiap poin.

3. Ketidakhadiran “Kesimpulan” atau “Rekomendasi” yang Jelas
Banyak karya berakhir tiba-tiba setelah menyajikan data. Asesor bertanya-tanya, “Jadi, apa intinya? Apa tindak lanjutnya?” Kurangnya kesimpulan yang ringkas dan rekomendasi yang actionable menunjukkan pemikiran yang belum tuntas.

Tips Praktis: Selalu akhiri bagian atau dokumen dengan paragraf kesimpulan (1-2 paragraf) yang meringkas poin utama. Jika relevan, tambahkan bagian rekomendasi singkat tentang langkah selanjutnya.

4. Tata Bahasa dan Typo yang Diabaikan
Kesalahan ketik (typo) dan tata bahasa yang kacau mengganggu kelancaran membaca dan memberikan kesan ceroboh. Asesor mungkin berpikir, “Jika untuk karya sendiri saja tidak teliti, bagaimana dengan pekerjaan nanti?”

Tips Praktis: Jangan andalkan pemeriksa ejaan saja. Baca dokumen Anda keras-keras setelah selesai. Cara ini efektif menemukan kalimat yang janggal. Mintalah teman atau kolega untuk melakukan proofreading sekilas.

5. Body Language dan Komunikasi Non-Verbal Saat Presentasi
Ini raja dari semua “hal sepele” yang berdampak besar. Saat presentasi atau ujian lisan, nilai Anda bukan hanya dari apa yang diucapkan, tapi juga bagaimana menyampaikannya.
Kurang Kontak Mata: Menatap layar, lantai, atau langit-langit terus-menerus terlihat tidak percaya diri dan kurang menghormati asesor.
Suara Monoton dan Lirih: Membuat presentasi yang bagus menjadi membosankan dan sulit dipahami.
Postur Tertutup: Tangan menyilang, bahu membungkuk, atau bermain-main dengan pena.

Tips Praktis: Latihan di depan cermin atau rekam diri sendiri. Usahakan kontak mata dengan semua asesor secara bergantian. Berdirilah tegak, gunakan tangan untuk penekanan yang wajar. Atur volume suara agar jelas terdengar di ruangan.

6. Ketidaksiapan Menjawab Pertanyaan Mendasar
Anda menyajikan analisis kompleks, tetapi ketika asesor bertanya hal mendasar seperti definisi sebuah istilah kunci yang Anda gunakan, Anda gagal menjawab dengan lugas. Ini mempertanyakan fondasi pemahaman Anda.

Tips Praktis: Sebelum penilaian, tanyai diri sendiri pertanyaan-pertanyaan paling dasar seputar topik Anda. Pastikan Anda paham betul konsep-konsep inti sebelum membahas hal yang lebih rumit.

7. Mengabaikan Instruksi Sederhana
Ini kesalahan fatal yang benar-benar dianggap “sepele” oleh peserta. Misal, instruksi “batas maksimal 10 halaman” dilampaui, atau diminta mengirim dalam format PDF malah dikirim dalam format .doc. Ini dinilai sebagai ketidakmampuan mengikuti prosedur.

Tips Praktis: Garis bawahi atau highlighter setiap instruksi teknis yang diberikan. Buat checklist sebelum mengumpulkan. Patuhi batas kata, halaman, format file, dan tenggat waktu dengan ketat.

8. Penampilan yang Tidak Sesuai Konteks
Untuk ujian atau presentasi formal, penampilan adalah bagian dari sikap profesional. Busana yang terlalu kasual (celana jeans robek, sandal) bisa diinterpretasikan sebagai kurangnya rasa hormat terhadap proses penilaian.

Tips Praktis: Kenakan busana yang lebih formal dari lingkungan sehari-hari di tempat penilaian. Business casual (kemeja rapi, blazer, sepatu tertutup) hampir selalu aman dan memberikan kesan serius.

Kesimpulan dan Ajakan Bertindak

Nilai yang tinggi tidak hanya diraih dengan menguasai materi secara brilian, tetapi juga dengan menunjukkan profesionalisme melalui detail. Asesor, secara sadar atau tidak, menggunakan hal-hal “sepele” ini sebagai tolok ukur kesiapan, ketelitian, dan kedewasaan Anda dalam berkarya.

Mulai sekarang, anggap setiap penilaian sebagai sebuah pertunjukan lengkap. Konten Anda adalah aktor utamanya, tetapi format, bahasa, penampilan, dan sikap adalah tata panggung, lighting, dan sound system yang mendukung. Jika salah satu elemen pendukung ini bermasalah, pertunjukan secara keseluruhan tidak akan sempurna.

Ajakan Bertindak: Sebelum mengumpulkan karya atau menghadapi asesor berikutnya, luangkan waktu 30 menit khusus untuk “Pemeriksaan Hal Sepele”. Cek format, baca ulang instruksi, perbaiki typo, dan latih kontak mata. Ingat, dalam kompetisi yang ketat, perbedaan antara “baik” dan “luar biasa” seringkali terletak pada detail yang Anda berikan perhatian ekstra. Jangan biarkan nilai Anda terkikis hanya karena hal-hal kecil yang sebenarnya sangat mudah untuk diperbaiki.

MORE INSIGHT

sertifikasi-trainer_Trisna-Lesmana-management-LOGO

Copyright © 2023 by Trisnalesmana.com

Triyana

Profil Trainer

Seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI. Memiliki latar belakang keilmuan di bidang Learning & Performance Consultant, Learning Design, E-Learning Designer, CX Designer, LX Designer, dan Learning Facilitator. Selama lebih dari 6 tahun Ia dipercaya sebagai konsultan untuk perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Tak berhenti di situ, kepiawaian beliau dalam bidang Engineer, Digital Marketing, Service Quality Assurance, dan HRD pun mampu memberikan perspektif unik dalam merancang solusi yang komprehensif dan tepat sasaran. Maka dari itu, Coach Triyana siap menjadi mitra ideal bagi Anda yang ingin mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan yang telah dirancang secara khusus.

Fauzi Noerwenda

Profil Trainer

Fauzi Noerwenda adalah seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI dan pendiri Persona Public Speaking. Dengan pengalaman dan keahliannya, Fauzi telah membantu banyak individu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri mereka. Sebagai seorang penulis, bukunya yang berjudul “Street Smart MC” menjadi panduan bagi mereka yang ingin menjadi Master of Ceremony (MC) yang handal. Kontribusinya sebagai pengurus HIPAPI Indonesia pun menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan profesi dan komunitas pembicara publik di Indonesia.

Trisna Lesmana

Profil Trainer

Trisna Lesmana adalah seorang Master Trainer Assessor BNSP RI. Juga Trainerpreneur yang telah membuktikan kiprahnya di dunia bisnis. Memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2023 dengan mendirikan bisnis pelatihan “Training of Trainer BNSP Certification”, ia berhasil mencetak lebih dari 2.000+ alumni dan dipercaya oleh 200+ perusahaan dan perguruan tinggi dalam waktu kurang dari dua tahun.

Hingga saat ini, Trisna Lesmana telah menjalankan 12 bisnis lintas industri, di antaranya: Klinik Kecantikan, Skincare, Pelatihan, Konsultan, Agency, & Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Perjalanan Karier

Trisna Lesmana memulai karier sebagai Professional Corporate Trainer  dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Namanya kian dikenal saat ia menjadi salah satu dari 14 coach yang berkontribusi dalam buku “Coaching Series” (Buku Untuk Pelaku UMKM). Ia juga menulis buku keduanya, “Living Agile with NLP,” yang telah memasuki cetakan ke-4. Karya-karyanya mendapat apresiasi tinggi dari tokoh nasional dan artis ternama, seperti: Sandiaga Uno, Ariel (Noah), Merry Riana, Jamil Azzaini, Sandy Susanto, Dani Sumarsono, Dll.

Penghargaan

Pada tahun 2017, Trisna Lesmana meraih penghargaan Best Performance di event “Influence Your Audience” yang diselenggarakan oleh Akademi Trainer.

Dunia Bisnis dan Content Creation

Pada tahun 2023, ia memperluas kiprahnya ke Dunia Bisnis dan mengukuhkan dirinya sebagai Content Creator pada tahun 2024. Di bawah mentoring Deddy Corbuzier dan Coach Indrawan Nugroho melalui program Content Creator Business School, Trisna berhasil merilis konten eksklusif di Instagram pribadinya yang mendapatkan penghargaan dan liputan dari berbagai media ternama, seperti: Liputan6, Republika, Detik.com, Warta Ekonomi, Media Indonesia, Jawa Pos, dan banyak lagi.

Komitmen dan Visi

Saya bantu Business Owner agar produknya dikenal luas, diterima market, & laris dengan pendekatan Smart Business Framework (SBF).

Smart Business Framework (SBF) adalah model bisnis yang fokus optimasi pada tiga pilar; Campaign Iklan (Digital Marketing), Positioning Product, & Akuisisi Market. Telah terbukti membantu ribuan pebisnis memetakan strategi agar produknya laris di pasaran.