Cara Memberikan Masukan yang Efektif kepada Peserta Training

Facebook
Twitter
LinkedIn
Threads

Pernahkah Anda memberikan masukan kepada peserta training, tetapi respons mereka justru terlihat defensif atau tidak termotivasi? Atau mungkin Anda merasa masukan yang Anda berikan tidak berdampak signifikan pada perkembangan mereka? Memberikan masukan, atau feedback, adalah salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap fasilitator atau trainer.

Namun, tidak semua masukan disampaikan dengan cara yang tepat. Nah, bagaimana cara memberikan masukan yang efektif sehingga peserta merasa termotivasi dan terus berkembang? Mari kita bahas!

Mengapa Memberikan Masukan yang Efektif Itu Penting?

Masukan yang baik tidak hanya membantu peserta memahami kekurangan mereka, tetapi juga memberikan arahan yang jelas untuk perbaikan. Masukan yang efektif dapat:

  1. Meningkatkan Kinerja Peserta
    Dengan masukan yang konstruktif, peserta tahu apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana cara melakukannya.
  2. Membangun Hubungan Positif
    Masukan yang disampaikan dengan baik akan menciptakan rasa saling percaya antara fasilitator dan peserta.
  3. Mendorong Motivasi
    Peserta akan merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar jika masukan diberikan dengan cara yang mendukung.
  4. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman
    Peserta tidak takut membuat kesalahan karena mereka tahu akan mendapatkan masukan yang membantu, bukan kritikan yang menyudutkan.
Tips Memberikan Masukan yang Efektif

Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan untuk memberikan masukan yang efektif kepada peserta training:

1. Fokus pada Perilaku, Bukan Kepribadian

Hindari memberikan masukan yang bersifat personal, seperti “Kamu tidak disiplin.” Sebaliknya, fokuslah pada perilaku spesifik, misalnya, “Saya perhatikan kamu sering terlambat mengumpulkan tugas. Apa ada kendala yang kamu hadapi?” Dengan begitu, peserta tidak merasa diserang secara pribadi.

2. Gunakan Pendekatan Sandwich

Teknik sandwich adalah cara efektif untuk memberikan masukan dengan menyelipkan kritik di antara dua pujian. Contohnya:

  • Pujian: “Presentasimu sangat jelas dan mudah dipahami.”
  • Kritik: “Namun, waktu yang digunakan sedikit melebihi batas. Coba perhatikan timing di sesi berikutnya.”
  • Pujian: “Selain itu, slide yang kamu buat sangat menarik dan profesional.”
    Pendekatan ini membuat peserta tidak merasa dihakimi.

3. Bersifat Spesifik dan Jelas

Hindari masukan yang terlalu umum, seperti “Kerja bagus!” atau “Kamu harus lebih baik lagi.” Berikan contoh konkret, misalnya, “Saya suka cara kamu menjelaskan poin ketiga dengan analogi. Itu membuat audiens lebih mudah memahami.”

4. Sampaikan dengan Empati

Cobalah memahami sudut pandang peserta. Misalnya, jika mereka melakukan kesalahan, tanyakan dulu alasan di balik tindakan mereka. “Apa yang membuat kamu memilih pendekatan ini?” Dengan begitu, masukan Anda akan terasa lebih membangun.

5. Berikan Solusi, Bukan Hanya Masalah

Jangan hanya menyoroti kesalahan, tetapi berikan juga saran untuk perbaikan. Misalnya, “Kamu bisa mencoba teknik brainstorming sebelum membuat presentasi agar ide-ide lebih terstruktur.”

6. Pilih Waktu yang Tepat

Berikan masukan segera setelah kegiatan selesai, tetapi pastikan suasana kondusif. Hindari memberikan masukan di depan banyak orang jika bersifat sensitif.

7. Libatkan Peserta dalam Diskusi

Ajak peserta untuk merefleksikan kinerja mereka sendiri. Tanyakan, “Bagaimana perasaanmu tentang presentasi tadi? Apa yang menurutmu bisa ditingkatkan?” Ini membantu mereka lebih terbuka terhadap masukan.

8. Gunakan Bahasa yang Positif

Hindari kata-kata negatif seperti “tidak bisa” atau “gagal”. Sebaliknya, gunakan bahasa yang memotivasi, seperti “Kamu sudah melakukan banyak hal baik, dan ini adalah area yang bisa kita tingkatkan bersama.”

Contoh Kasus Pemberian Masukan yang Efektif

Misalnya, Anda sedang melatih sekelompok peserta tentang public speaking. Salah satu peserta, Rina, terlihat gugup dan sering kehilangan alur presentasi. Berikut cara memberikan masukan yang efektif:

  1. Pujian: “Rina, suara kamu sangat jelas dan intonasinya bagus. Audiens pasti mudah mendengar apa yang kamu sampaikan.”
  2. Kritik: “Saya perhatikan kamu terlihat gugup dan kadang kehilangan alur. Apa ada hal tertentu yang membuat kamu tidak nyaman?”
  3. Solusi: “Coba latih pernapasan sebelum presentasi dan buat catatan kecil untuk membantu mengingat poin-poin penting. Kamu juga bisa mencoba teknik visualisasi untuk mengurangi rasa gugup.”
  4. Pujian Penutup: “Selain itu, konten presentasimu sangat relevan dan menarik. Pertahankan ya!”

Dengan pendekatan ini, Rina tidak hanya merasa didukung, tetapi juga tahu langkah konkret yang bisa diambil untuk perbaikan.

Kesimpulan

Memberikan masukan yang efektif adalah seni yang membutuhkan kepekaan, empati, dan keterampilan komunikasi. Dengan fokus pada perilaku, menggunakan pendekatan sandwich, dan memberikan solusi, Anda bisa membantu peserta training berkembang tanpa membuat mereka merasa tertekan. Ingat, tujuan utama masukan adalah untuk mendorong perbaikan, bukan untuk menyalahkan.

Ajakan Bertindak:
Mulailah menerapkan tips-tips di atas dalam sesi training Anda berikutnya. Perhatikan bagaimana peserta merespons masukan Anda dan lihat perbedaannya dalam perkembangan mereka. Selamat mencoba!

MORE INSIGHT

sertifikasi-trainer_Trisna-Lesmana-management-LOGO

Copyright © 2023 by Trisnalesmana.com

Triyana

Profil Trainer

Seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI. Memiliki latar belakang keilmuan di bidang Learning & Performance Consultant, Learning Design, E-Learning Designer, CX Designer, LX Designer, dan Learning Facilitator. Selama lebih dari 6 tahun Ia dipercaya sebagai konsultan untuk perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Tak berhenti di situ, kepiawaian beliau dalam bidang Engineer, Digital Marketing, Service Quality Assurance, dan HRD pun mampu memberikan perspektif unik dalam merancang solusi yang komprehensif dan tepat sasaran. Maka dari itu, Coach Triyana siap menjadi mitra ideal bagi Anda yang ingin mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan yang telah dirancang secara khusus.

Fauzi Noerwenda

Profil Trainer

Fauzi Noerwenda adalah seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI dan pendiri Persona Public Speaking. Dengan pengalaman dan keahliannya, Fauzi telah membantu banyak individu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri mereka. Sebagai seorang penulis, bukunya yang berjudul “Street Smart MC” menjadi panduan bagi mereka yang ingin menjadi Master of Ceremony (MC) yang handal. Kontribusinya sebagai pengurus HIPAPI Indonesia pun menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan profesi dan komunitas pembicara publik di Indonesia.

Trisna Lesmana

Profil Trainer

Trisna Lesmana adalah seorang Master Trainer Assessor BNSP RI. Juga Trainerpreneur yang telah membuktikan kiprahnya di dunia bisnis. Memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2023 dengan mendirikan bisnis pelatihan “Training of Trainer BNSP Certification”, ia berhasil mencetak lebih dari 2.000+ alumni dan dipercaya oleh 200+ perusahaan dan perguruan tinggi dalam waktu kurang dari dua tahun.

Hingga saat ini, Trisna Lesmana telah menjalankan 12 bisnis lintas industri, di antaranya: Klinik Kecantikan, Skincare, Pelatihan, Konsultan, Agency, & Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Perjalanan Karier

Trisna Lesmana memulai karier sebagai Professional Corporate Trainer  dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Namanya kian dikenal saat ia menjadi salah satu dari 14 coach yang berkontribusi dalam buku “Coaching Series” (Buku Untuk Pelaku UMKM). Ia juga menulis buku keduanya, “Living Agile with NLP,” yang telah memasuki cetakan ke-4. Karya-karyanya mendapat apresiasi tinggi dari tokoh nasional dan artis ternama, seperti: Sandiaga Uno, Ariel (Noah), Merry Riana, Jamil Azzaini, Sandy Susanto, Dani Sumarsono, Dll.

Penghargaan

Pada tahun 2017, Trisna Lesmana meraih penghargaan Best Performance di event “Influence Your Audience” yang diselenggarakan oleh Akademi Trainer.

Dunia Bisnis dan Content Creation

Pada tahun 2023, ia memperluas kiprahnya ke Dunia Bisnis dan mengukuhkan dirinya sebagai Content Creator pada tahun 2024. Di bawah mentoring Deddy Corbuzier dan Coach Indrawan Nugroho melalui program Content Creator Business School, Trisna berhasil merilis konten eksklusif di Instagram pribadinya yang mendapatkan penghargaan dan liputan dari berbagai media ternama, seperti: Liputan6, Republika, Detik.com, Warta Ekonomi, Media Indonesia, Jawa Pos, dan banyak lagi.

Komitmen dan Visi

Saya bantu Business Owner agar produknya dikenal luas, diterima market, & laris dengan pendekatan Smart Business Framework (SBF).

Smart Business Framework (SBF) adalah model bisnis yang fokus optimasi pada tiga pilar; Campaign Iklan (Digital Marketing), Positioning Product, & Akuisisi Market. Telah terbukti membantu ribuan pebisnis memetakan strategi agar produknya laris di pasaran.