Cara Menjadi Fasilitator yang Baik dalam Sesi Pelatihan: Tips Praktis untuk Sukses Memandu Peserta

Facebook
Twitter
LinkedIn
Threads

Pernahkah Anda mengikuti pelatihan yang begitu menarik sehingga Anda merasa waktu berlalu begitu cepat? Atau sebaliknya, pernahkah Anda merasa bosan dan tidak termotivasi selama sesi pelatihan? Salah satu faktor kunci yang membedakan pelatihan yang berkesan dengan yang biasa-biasa saja adalah peran fasilitator. Fasilitator yang baik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta. Lalu, bagaimana cara menjadi fasilitator yang baik? Yuk, simak tipsnya!

Fasilitator adalah orang yang memandu proses pelatihan, membantu peserta memahami materi, dan memastikan sesi berjalan lancar. Berbeda dengan pengajar yang fokus pada penyampaian materi, fasilitator lebih berperan sebagai “pemandu” yang mendorong partisipasi aktif peserta. Peran fasilitator sangat penting karena mereka bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, interaktif, dan efektif.

Menjadi fasilitator yang baik membutuhkan lebih dari sekadar menguasai materi pelatihan. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan keterampilan fasilitasi Anda:

  1. Kenali Peserta Anda
    Sebelum memulai pelatihan, luangkan waktu untuk memahami latar belakang peserta. Apakah mereka berasal dari berbagai departemen? Apa tingkat pengalaman mereka? Dengan memahami peserta, Anda bisa menyesuaikan gaya fasilitasi dan materi yang disampaikan. Misalnya, jika peserta adalah pemula, gunakan bahasa yang sederhana dan berikan contoh konkret. Jika peserta sudah berpengalaman, Anda bisa fokus pada diskusi mendalam dan studi kasus yang lebih kompleks.
  2. Siapkan Materi dengan Matang
    Meskipun fasilitator bukan sekadar “penyampai materi”, penguasaan konten tetap penting. Pastikan Anda memahami materi pelatihan secara mendalam dan siapkan contoh atau studi kasus yang relevan. Persiapan yang matang juga termasuk memastikan semua alat bantu seperti slide presentasi, video, atau handout sudah siap dan berfungsi dengan baik.
  3. Bangun Koneksi dengan Peserta
    Mulailah sesi dengan ice breaking atau perkenalan untuk mencairkan suasana. Tunjukkan sikap ramah dan terbuka agar peserta merasa nyaman berinteraksi dengan Anda. Koneksi yang baik dengan peserta akan membuat mereka lebih terbuka dan bersedia berpartisipasi aktif selama pelatihan.
  4. Gunakan Metode Interaktif
    Hindari metode ceramah satu arah yang membosankan. Gunakan teknik seperti diskusi kelompok, role play, atau brainstorming untuk melibatkan peserta secara aktif. Misalnya, jika Anda sedang membahas manajemen konflik, Anda bisa meminta peserta untuk berperan sebagai pihak yang berkonflik dan mencari solusi bersama.
  5. Jadi Pendengar yang Baik
    Fasilitator yang baik tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mendengarkan. Berikan ruang bagi peserta untuk bertanya, berbagi pengalaman, atau memberikan masukan. Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda bisa memahami kebutuhan peserta dan menyesuaikan sesi pelatihan sesuai dengan dinamika yang terjadi.
  6. Kelola Waktu dengan Baik
    Buatlah agenda pelatihan yang jelas dan patuhi waktu yang telah ditentukan. Jangan terlalu lama pada satu topik sehingga mengabaikan materi lainnya. Manajemen waktu yang baik akan memastikan semua materi penting bisa disampaikan tanpa terburu-buru.
  7. Berikan Umpan Balik yang Membangun
    Saat peserta memberikan jawaban atau pendapat, berikan apresiasi dan umpan balik yang positif. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka dan mendorong partisipasi lebih lanjut. Umpan balik yang konstruktif juga membantu peserta memahami area yang perlu diperbaiki.
  8. Gunakan Alat Bantu Visual
    Slide presentasi, video, atau infografis dapat membantu peserta lebih mudah memahami materi. Pastikan alat bantu visual Anda menarik dan tidak terlalu padat. Visual yang baik akan membuat materi lebih mudah diingat dan dipahami.
  9. Tetap Fleksibel
    Terkadang, rencana tidak berjalan sesuai harapan. Fasilitator yang baik mampu beradaptasi dengan situasi dan kebutuhan peserta tanpa kehilangan fokus pada tujuan pelatihan. Misalnya, jika peserta terlihat lelah, Anda bisa menyelipkan aktivitas ringan untuk mengembalikan energi mereka.
  10. Evaluasi dan Perbaiki
    Setelah pelatihan selesai, mintalah feedback dari peserta. Gunakan masukan ini untuk memperbaiki sesi pelatihan Anda di masa depan. Evaluasi diri juga penting untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda bisa menjadi fasilitator yang lebih efektif dan menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi peserta.

MORE INSIGHT

sertifikasi-trainer_Trisna-Lesmana-management-LOGO

Copyright © 2023 by Trisnalesmana.com

Triyana

Profil Trainer

Seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI. Memiliki latar belakang keilmuan di bidang Learning & Performance Consultant, Learning Design, E-Learning Designer, CX Designer, LX Designer, dan Learning Facilitator. Selama lebih dari 6 tahun Ia dipercaya sebagai konsultan untuk perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Tak berhenti di situ, kepiawaian beliau dalam bidang Engineer, Digital Marketing, Service Quality Assurance, dan HRD pun mampu memberikan perspektif unik dalam merancang solusi yang komprehensif dan tepat sasaran. Maka dari itu, Coach Triyana siap menjadi mitra ideal bagi Anda yang ingin mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan yang telah dirancang secara khusus.

Fauzi Noerwenda

Profil Trainer

Fauzi Noerwenda adalah seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI dan pendiri Persona Public Speaking. Dengan pengalaman dan keahliannya, Fauzi telah membantu banyak individu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri mereka. Sebagai seorang penulis, bukunya yang berjudul “Street Smart MC” menjadi panduan bagi mereka yang ingin menjadi Master of Ceremony (MC) yang handal. Kontribusinya sebagai pengurus HIPAPI Indonesia pun menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan profesi dan komunitas pembicara publik di Indonesia.

Trisna Lesmana

Profil Trainer

Trisna Lesmana adalah seorang Master Trainer Assessor BNSP RI. Juga Trainerpreneur yang telah membuktikan kiprahnya di dunia bisnis. Memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2023 dengan mendirikan bisnis pelatihan “Training of Trainer BNSP Certification”, ia berhasil mencetak lebih dari 2.000+ alumni dan dipercaya oleh 200+ perusahaan dan perguruan tinggi dalam waktu kurang dari dua tahun.

Hingga saat ini, Trisna Lesmana telah menjalankan 12 bisnis lintas industri, di antaranya: Klinik Kecantikan, Skincare, Pelatihan, Konsultan, Agency, & Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Perjalanan Karier

Trisna Lesmana memulai karier sebagai Professional Corporate Trainer  dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Namanya kian dikenal saat ia menjadi salah satu dari 14 coach yang berkontribusi dalam buku “Coaching Series” (Buku Untuk Pelaku UMKM). Ia juga menulis buku keduanya, “Living Agile with NLP,” yang telah memasuki cetakan ke-4. Karya-karyanya mendapat apresiasi tinggi dari tokoh nasional dan artis ternama, seperti: Sandiaga Uno, Ariel (Noah), Merry Riana, Jamil Azzaini, Sandy Susanto, Dani Sumarsono, Dll.

Penghargaan

Pada tahun 2017, Trisna Lesmana meraih penghargaan Best Performance di event “Influence Your Audience” yang diselenggarakan oleh Akademi Trainer.

Dunia Bisnis dan Content Creation

Pada tahun 2023, ia memperluas kiprahnya ke Dunia Bisnis dan mengukuhkan dirinya sebagai Content Creator pada tahun 2024. Di bawah mentoring Deddy Corbuzier dan Coach Indrawan Nugroho melalui program Content Creator Business School, Trisna berhasil merilis konten eksklusif di Instagram pribadinya yang mendapatkan penghargaan dan liputan dari berbagai media ternama, seperti: Liputan6, Republika, Detik.com, Warta Ekonomi, Media Indonesia, Jawa Pos, dan banyak lagi.

Komitmen dan Visi

Saya bantu Business Owner agar produknya dikenal luas, diterima market, & laris dengan pendekatan Smart Business Framework (SBF).

Smart Business Framework (SBF) adalah model bisnis yang fokus optimasi pada tiga pilar; Campaign Iklan (Digital Marketing), Positioning Product, & Akuisisi Market. Telah terbukti membantu ribuan pebisnis memetakan strategi agar produknya laris di pasaran.