Pentingnya Ice Breaking dalam Training: Cara Membangun Koneksi dan Semangat Peserta

Facebook
Twitter
LinkedIn
Threads

Bayangkan ini: Anda baru saja memasuki ruang training, duduk di kursi yang masih asing, dan melihat sekeliling peserta lain yang sama-sama diam dan terlihat kaku. Suasana hening, mungkin sedikit canggung. Tiba-tiba, fasilitator memulai sesi dengan permainan kecil yang lucu dan interaktif. Dalam hitungan menit, tawa terdengar, semua orang mulai rileks, dan Anda pun merasa lebih nyaman. Apa yang terjadi? Itulah kekuatan ice breaking!

Ice breaking, atau pemecah kebekuan, adalah aktivitas singkat yang dirancang untuk mencairkan suasana, membangun koneksi antar peserta, dan menciptakan semangat sebelum training dimulai. Tapi, apa sebenarnya yang membuat ice breaking begitu penting? Dan bagaimana cara melakukannya dengan efektif? Mari kita bahas lebih dalam!

Ice breaking bukan sekadar pengisi waktu atau hiburan semata. Aktivitas ini memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan training yang produktif dan menyenangkan. Berikut beberapa alasan mengapa ice breaking penting:

  1. Membangun Koneksi Antar Peserta
    Di awal training, peserta seringkali belum saling mengenal. Ice breaking membantu memecahkan kebekuan, memudahkan peserta untuk berinteraksi, dan menciptakan rasa kebersamaan.
  2. Meningkatkan Semangat dan Energi
    Training yang panjang bisa membuat peserta lelah dan kehilangan fokus. Ice breaking yang menyenangkan dapat mengembalikan energi dan semangat mereka.
  3. Membuka Pikiran Peserta
    Dengan suasana yang lebih rileks, peserta cenderung lebih terbuka untuk menerima materi baru dan berpartisipasi aktif dalam diskusi.
  4. Mengurangi Kecemasan
    Banyak peserta merasa gugup atau canggung di awal training, terutama jika mereka tidak mengenal siapa pun. Ice breaking membantu mengurangi kecemasan ini.
  5. Meningkatkan Engagement
    Peserta yang sudah merasa nyaman dan terhubung dengan orang lain cenderung lebih aktif selama training, baik dalam bertanya, berdiskusi, atau memberikan masukan.
Tips Melakukan Ice Breaking yang Efektif

Agar ice breaking berhasil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut tips praktis untuk melakukannya:

1. Sesuaikan dengan Tujuan Training

Pilih aktivitas yang relevan dengan tema training. Misalnya, jika training tentang teamwork, pilih ice breaking yang melibatkan kerja sama tim.

2. Kenali Peserta

Sesuaikan aktivitas dengan latar belakang, usia, dan minat peserta. Aktivitas yang terlalu rumit atau tidak sesuai bisa membuat peserta tidak nyaman.

3. Jangan Terlalu Lama

Ice breaking sebaiknya berlangsung singkat, sekitar 5-15 menit. Tujuannya adalah mencairkan suasana, bukan mengalihkan fokus dari materi utama.

4. Ciptakan Suasana Aman dan Menyenangkan

Pastikan semua peserta merasa nyaman dan tidak dipaksa melakukan sesuatu yang membuat mereka malu. Fasilitator harus bisa memimpin dengan antusias dan ramah.

5. Gunakan Variasi Aktivitas

Jangan monoton! Cobalah berbagai jenis ice breaking untuk menjaga semangat peserta. Misalnya, gunakan permainan fisik di satu sesi dan permainan verbal di sesi berikutnya.

Contoh Aktivitas Ice Breaking yang Bisa Dicoba

Berikut beberapa contoh aktivitas ice breaking yang mudah dilakukan dan efektif untuk berbagai jenis training:

1. Two Truths and a Lie

Setiap peserta menyebutkan tiga fakta tentang diri mereka, dua benar dan satu bohong. Peserta lain menebak mana yang bohong. Aktivitas ini membantu peserta saling mengenal dengan cara yang menyenangkan.

2. Human Bingo

Buatlah kartu bingo berisi pernyataan seperti “Pernah ke luar negeri” atau “Hobi memasak”. Peserta harus mencari teman yang sesuai dengan pernyataan tersebut dan mengisi kartu bingo mereka. Yang pertama lengkap, menang!

3. The Name Game

Peserta diminta menyebutkan nama mereka disertai gerakan atau sifat yang dimulai dengan huruf yang sama. Misalnya, “Saya Rina yang ramah” sambil melambaikan tangan. Aktivitas ini membantu mengingat nama dengan cara yang kreatif.

4. Speed Networking

Mirip dengan speed dating, peserta berpasangan dan memiliki waktu singkat (2-3 menit) untuk saling mengenal sebelum berganti pasangan. Cocok untuk training yang melibatkan banyak peserta.

5. Story Starters

Fasilitator memberikan kalimat pembuka seperti “Suatu hari, saya bertemu seekor kucing yang bisa bicara…” dan peserta melanjutkan cerita secara bergiliran. Aktivitas ini melatih kreativitas dan kerja sama.

6. The Marshmallow Challenge

Peserta dibagi menjadi kelompok kecil dan diberi marshmallow, spaghetti, dan selotip. Tugas mereka adalah membangun menara tertinggi yang bisa menopang marshmallow. Aktivitas ini melatih teamwork dan problem-solving.

Ice breaking adalah elemen penting dalam training yang seringkali diabaikan. Aktivitas ini bukan hanya sekadar permainan, melainkan alat strategis untuk membangun koneksi, meningkatkan semangat, dan menciptakan suasana training yang lebih hidup dan produktif. Dengan ice breaking yang tepat, peserta akan lebih siap menerima materi, lebih terbuka untuk berdiskusi, dan lebih bersemangat mengikuti training hingga akhir.

MORE INSIGHT

sertifikasi-trainer_Trisna-Lesmana-management-LOGO

Copyright © 2023 by Trisnalesmana.com

Triyana

Profil Trainer

Seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI. Memiliki latar belakang keilmuan di bidang Learning & Performance Consultant, Learning Design, E-Learning Designer, CX Designer, LX Designer, dan Learning Facilitator. Selama lebih dari 6 tahun Ia dipercaya sebagai konsultan untuk perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Tak berhenti di situ, kepiawaian beliau dalam bidang Engineer, Digital Marketing, Service Quality Assurance, dan HRD pun mampu memberikan perspektif unik dalam merancang solusi yang komprehensif dan tepat sasaran. Maka dari itu, Coach Triyana siap menjadi mitra ideal bagi Anda yang ingin mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan yang telah dirancang secara khusus.

Fauzi Noerwenda

Profil Trainer

Fauzi Noerwenda adalah seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI dan pendiri Persona Public Speaking. Dengan pengalaman dan keahliannya, Fauzi telah membantu banyak individu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri mereka. Sebagai seorang penulis, bukunya yang berjudul “Street Smart MC” menjadi panduan bagi mereka yang ingin menjadi Master of Ceremony (MC) yang handal. Kontribusinya sebagai pengurus HIPAPI Indonesia pun menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan profesi dan komunitas pembicara publik di Indonesia.

Trisna Lesmana

Profil Trainer

Trisna Lesmana adalah seorang Master Trainer Assessor BNSP RI. Juga Trainerpreneur yang telah membuktikan kiprahnya di dunia bisnis. Memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2023 dengan mendirikan bisnis pelatihan “Training of Trainer BNSP Certification”, ia berhasil mencetak lebih dari 2.000+ alumni dan dipercaya oleh 200+ perusahaan dan perguruan tinggi dalam waktu kurang dari dua tahun.

Hingga saat ini, Trisna Lesmana telah menjalankan 12 bisnis lintas industri, di antaranya: Klinik Kecantikan, Skincare, Pelatihan, Konsultan, Agency, & Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Perjalanan Karier

Trisna Lesmana memulai karier sebagai Professional Corporate Trainer  dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Namanya kian dikenal saat ia menjadi salah satu dari 14 coach yang berkontribusi dalam buku “Coaching Series” (Buku Untuk Pelaku UMKM). Ia juga menulis buku keduanya, “Living Agile with NLP,” yang telah memasuki cetakan ke-4. Karya-karyanya mendapat apresiasi tinggi dari tokoh nasional dan artis ternama, seperti: Sandiaga Uno, Ariel (Noah), Merry Riana, Jamil Azzaini, Sandy Susanto, Dani Sumarsono, Dll.

Penghargaan

Pada tahun 2017, Trisna Lesmana meraih penghargaan Best Performance di event “Influence Your Audience” yang diselenggarakan oleh Akademi Trainer.

Dunia Bisnis dan Content Creation

Pada tahun 2023, ia memperluas kiprahnya ke Dunia Bisnis dan mengukuhkan dirinya sebagai Content Creator pada tahun 2024. Di bawah mentoring Deddy Corbuzier dan Coach Indrawan Nugroho melalui program Content Creator Business School, Trisna berhasil merilis konten eksklusif di Instagram pribadinya yang mendapatkan penghargaan dan liputan dari berbagai media ternama, seperti: Liputan6, Republika, Detik.com, Warta Ekonomi, Media Indonesia, Jawa Pos, dan banyak lagi.

Komitmen dan Visi

Saya bantu Business Owner agar produknya dikenal luas, diterima market, & laris dengan pendekatan Smart Business Framework (SBF).

Smart Business Framework (SBF) adalah model bisnis yang fokus optimasi pada tiga pilar; Campaign Iklan (Digital Marketing), Positioning Product, & Akuisisi Market. Telah terbukti membantu ribuan pebisnis memetakan strategi agar produknya laris di pasaran.