Keuntungan Sertifikasi Kompetensi Master Trainer untuk Corporate Trainer

Keuntungan Sertifikasi Kompetensi Master Trainer untuk Corporate Trainer

Keuntungan Sertifikasi Kompetensi  – Pernah merasa mentok padahal udah bertahun-tahun jadi trainer?

Tenang, Anda tidak sendirian.

Banyak trainer internal di perusahaan besar maupun menengah mengeluh soal hal yang sama: pengalaman saja tidak cukup buat naik level.

Nah, di sinilah sertifikasi kompetensi master trainer berperan. Bukan sekadar kartu. Ini semacam power-up yang membuat Anda diakui secara resmi, baik oleh perusahaan, klien eksternal, maupun lembaga negara seperti BNSP.

Tapi jangan buru-buru daftar. Kita bedah tuntas keuntungannya satu per satu. Tanpa basa-basi. Tanpa promosi lembaga tertentu.

Sebelum lanjut: apakah artikel ini untuk Anda?

Tidak semua orang perlu baca ini sampai habis. Jadi mari jujur dari awal.

Artikel ini pas untuk Anda kalau:

  • Sudah bekerja sebagai corporate trainer minimal 3 tahun

  • Pernah atau sedang diminta menyusun program training dari nol

  • Mulai merasa jenuh dengan metode yang itu-itu saja

  • Penasaran bagaimana caranya agar dianggap lebih expert dari trainer lain

  • Ingin tahu apakah sertifikasi master trainer benar-benar berdampak atau cuma gimmick

Kalau Anda masih trainer pemula yang belum pernah memegang kelas sendiri, simpan dulu artikel ini. Nanti balik lagi ke sini saat waktunya tiba.

Keuntungan 1: Nilai tawar melonjak saat negosiasi fee dan promosi jabatan

Ini keuntungan paling nyata dan paling cepat terasa.

Seorang corporate trainer biasa dan master trainer bersertifikat itu bedanya seperti pemain bola kampung dan pemain nasional. Sama-sama bisa menendang bola, tapi level pengakuan dan bayarannya jauh sekali.

Dengan sertifikat kompetensi master trainer di tangan, Anda punya bukti legal bahwa kemampuan Anda sudah diuji oleh lembaga independen. Bukan cuma klaim “saya sudah 10 tahun ngajar”. Tapi ada cap resmi yang bilang: orang ini memang layak disebut master.

Apa dampaknya di dunia nyata?

Pertama, saat Anda minta kenaikan jabatan dari training officer jadi senior trainer atau training manager, HRD akan melihat sertifikat itu sebagai bukti objektif.

Kedua, kalau Anda mulai menerima job training di luar perusahaan, fee Anda bisa naik drastis. Di pasar training Indonesia, master trainer bersertifikat rata-rata bisa mematok tarif dua kali lipat dari trainer biasa.

Jadi kalau selama ini Anda merasa kurang dihargai secara finansial, mungkin bukan karena Anda tidak becus. Tapi karena Anda belum punya senjata buat membuktikan level kompetensi.

Keuntungan 2: Diakui resmi oleh BNSP, nilai plus di mata perusahaan besar dan pemerintah

Ini poin yang sering disepelekan padahal sangat krusial.

Di Indonesia, lembaga yang berwenang menerbitkan sertifikasi kompetensi adalah BNSP. Kalau sertifikasi Anda terlisensi BNSP, artinya diakui secara nasional. Pemerintah, BUMN, dan perusahaan multinasional biasanya mensyaratkan ini.

Pernah dengar cerita tentang trainer hebat yang gagal mendapatkan proyek hanya karena persyaratan administrasi? Itu terjadi setiap hari.

Banyak tender training dari BUMN atau perusahaan asing yang di awal dokumen sudah menulis: “Trainer wajib memiliki sertifikasi kompetensi dari BNSP atau lembaga yang terlisensi BNSP.”

Tanpa itu, CV Anda tidak akan pernah lolos seleksi administrasi. Sehebat apa pun pengalaman Anda, tidak akan pernah dilihat.

Keuntungan 3: Metode jadi lebih terukur dan terstandar, bukan sekadar coba-coba

Ini mungkin tidak terdengar seksi, tapi justru ini yang paling membedakan master trainer dengan trainer biasa.

Tanpa sertifikasi, banyak corporate trainer bekerja berdasarkan insting atau kebiasaan. Mereka mengajar pakai gaya yang sama dari tahun ke tahun, tanpa tahu apakah metode itu benar-benar efektif.

Sertifikasi kompetensi master trainer memaksa Anda menguasai beberapa komponen penting:

  • Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPK)

  • Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

  • Analisis Kebutuhan Training (TNA) yang sistematis

  • Evaluasi dampak training, bukan cuma reaksi peserta

Dengan penguasaan komponen ini, setiap training yang Anda bawakan bisa dipertanggungjawabkan secara metodologis. HRD dan manajemen perusahaan akan menghargai ini karena mereka mendapatkan laporan training yang valid secara ilmiah.

Keuntungan 4: Peluang jadi asesor atau master asesor terbuka lebar

Setelah memiliki sertifikasi master trainer, Anda tidak harus terus-terusan berada di posisi yang sama. Ada jalur karier baru: menjadi asesor.

Apa itu asesor? Orang yang menilai kompetensi calon trainer lain. Tugasnya menguji apakah seseorang layak mendapatkan sertifikasi atau belum.

Kenapa ini menguntungkan?

Pertama, menjadi asesor membuka pendapatan sampingan yang cukup besar. Sekali melakukan asesmen, seorang asesor bisa mendapatkan kompensasi mulai dari 2 hingga 5 juta rupiah.

Kedua, posisi asesor otomatis menempatkan Anda di level yang lebih tinggi dari trainer biasa. Anda bukan lagi peserta ujian, tapi penguji.

Ketiga, pengalaman sebagai asesor membuat wawasan Anda tentang standar kompetensi semakin tajam.

Keuntungan 5: Akses ke jejaring eksklusif tempat proyek besar beredar

Ini rahasia yang jarang diungkap. Sebagian besar proyek training besar tidak pernah diiklankan di LinkedIn atau grup Facebook.

Mereka beredar di komunitas tertutup. Biasanya forum alumni atau grup khusus yang diisi oleh para master trainer bersertifikat. Di sanalah saling lempar informasi soal permintaan training dari perusahaan tertentu.

Kenapa hanya di grup tertutup? Karena klien besar cenderung mencari trainer yang sudah terseleksi oleh rekan-rekan seprofesi.

Jadi kalau Anda hanya bergaul dengan sesama corporate trainer biasa, kemungkinan besar Anda tidak akan pernah mendengar peluang-peluang ini. Bukan karena tidak kompeten, tapi karena tidak berada di lingkaran yang tepat.

Keuntungan 6: Kepercayaan peserta training meningkat drastis

Pernah merasakan peserta training yang terlihat meremehkan di awal sesi? Atau yang bertanya sinis “emang siapa Anda ngajarin kami?”

Itu adalah tanda bahwa otoritas Anda belum cukup kuat di mata mereka.

Begitu Anda datang dengan gelar master trainer bersertifikat, dinamikanya berubah. Peserta tahu bahwa Anda sudah melalui proses asesmen yang ketat dan diakui oleh lembaga resmi. Mereka tidak akan berani main-main.

Dampaknya langsung pada hasil training. Peserta yang hormat dan percaya pada pengajar akan lebih terbuka, lebih fokus, dan lebih mudah menyerap materi. Angka keberhasilan training biasanya ikut naik.

Keuntungan 7: Bisa membuat skema sertifikasi internal untuk trainer bawahan

Ini keuntungan level strategis yang mungkin belum Anda pikirkan sebelumnya.

Sebagai master trainer bersertifikat, Anda tidak hanya diakui secara individu. Anda juga punya hak untuk menyusun skema sertifikasi internal di perusahaan tempat Anda bekerja.

Perusahaan besar biasanya memiliki banyak trainer internal yang tersebar di berbagai cabang. Sayangnya, standar kompetensi mereka sering tidak seragam.

Anda bisa membantu perusahaan membuat sistem penilaian dan pengembangan trainer internal yang terstandar. Nilai strategis dari kemampuan ini sangat besar di mata direktur atau manajemen senior. Anda tidak lagi dipandang sebagai sekadar pengajar, tapi sebagai arsitek sistem pengembangan SDM.

Bedanya sebelum sertifikasi vs sesudah sertifikasi, seberapa jauh?

Coba bayangkan dua orang corporate trainer dengan pengalaman yang sama-sama 7 tahun.

Yang pertama hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Ia merasa cukup karena pernah mengajar puluhan kelas dan dapat rating bagus. Tapi ketika ada proyek training dari BUMN, CV-nya langsung ditolak karena tidak ada sertifikasi. Ketika minta promosi, HRD hanya bilang “kita pertimbangkan dulu”.

Yang kedua sudah mengantongi sertifikasi kompetensi master trainer. Ia bisa mengikuti tender BUMN tanpa hambatan administrasi. Fee per harinya jauh lebih tinggi. Ia tahu persis cara mengukur efektivitas training hingga level perubahan perilaku.

Bedanya bukan karena yang kedua lebih berbakat. Bedanya karena yang kedua memiliki bukti objektif yang diakui pasar, sementara yang pertama hanya memiliki keyakinan pribadi.

Kesalahan fatal yang sering terjadi sebelum ambil sertifikasi master

Jangan sampai Anda mengalami hal di bawah ini.

Kesalahan pertama: mengambil sertifikasi langsung tanpa punya portofolio training yang cukup. Banyak lembaga punya persyaratan tersirat minimal 200 jam mengajar. Kalau nekat daftar tanpa itu, asesmennya akan terasa janggal.

Kesalahan kedua: mengira semua sertifikasi itu sama. Yang diakui negara adalah sertifikasi dari LSP yang terlisensi BNSP. Sertifikasi dari asosiasi dagang biasa tidak punya kekuatan hukum yang sama.

Kesalahan ketiga: tidak menyiapkan portofolio bukti kompetensi. Asesmen master trainer butuh bukti seperti video rekaman mengajar, modul training, dan testimoni. Banyak calon gagal karena malas mendokumentasikan pekerjaan.

Kesalahan keempat: memilih lembaga hanya karena murah atau cepat. Kalau ada lembaga yang menjanjikan sertifikat dalam waktu seminggu tanpa asesmen serius, hampir dipastikan sertifikatnya tidak bernilai.

Langkah konkret memulai sertifikasi master trainer dari nol

Jika Anda sudah yakin, berikut alur sederhananya.

Langkah 1: Cari daftar LSP yang terlisensi BNSP untuk skema Master Trainer. Informasi ini tersedia di situs resmi BNSP.

Langkah 2: Siapkan dokumen RPL. Kumpulkan bukti-bukti pengalaman training: sertifikat pelatihan, surat tugas mengajar, daftar hadir peserta, foto kegiatan, testimoni.

Langkah 3: Hubungi LSP pilihan Anda dan tanyakan jadwal asesmen terbuka.

Langkah 4: Ikuti proses asesmen. Biasanya terdiri dari portofolio review, wawancara kompetensi, dan demonstrasi mengajar di depan asesor.

Langkah 5: Setelah dinyatakan kompeten, Anda akan mendapatkan sertifikat master trainer yang terdaftar di sistem BNSP.

Langkah 6: Jangan simpan sertifikat di laci. Cantumkan di CV, profil LinkedIn, dan tanda tangan email. Buat portofolio digital yang menonjolkan status master trainer.

Penutup: pesan jujur yang tidak bisa ditawar

Tidak semua orang butuh sertifikasi master trainer. Kalau Anda hanya training sekali-sekali untuk tim internal kecil dan tidak punya ambisi naik level, mungkin sertifikasi ini bukan prioritas.

Tapi kalau Anda merasa sudah mentok di posisi yang sama selama bertahun-tahun, dan melihat rekan-rekan di industri lain naik jabatan karena punya sertifikasi profesional, mungkin ini saatnya mempertimbangkan serius.

Sertifikasi kompetensi master trainer bukan jaminan instan sukses. Anda tetap harus pintar memanfaatkannya, tetap harus terus belajar. Tapi tanpa sertifikasi itu, banyak pintu tertutup rapat sebelum Anda sempat menunjukkan kemampuan.

Pilihan ada di tangan Anda.

Menjadi Master Trainer Bersertifikasi BNSP: Membangun Standar Kompetensi Tingkat Tinggi

Menjadi Master Trainer Bersertifikasi BNSP: Membangun Standar Kompetensi Tingkat Tinggi

Dalam ekosistem pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memegang peranan kunci sebagai otoritas tunggal yang menjamin mutu kompetensi kerja. Salah satu jenjang tertinggi dalam skema sertifikasi tenaga pelatih adalah program Training of Trainer (ToT) untuk level Master Trainer. Program ini tidak sekadar mengajarkan metode mengajar, melainkan membentuk individu yang mampu mencetak, membina, serta menilai pelatih-pelatih lainnya. Seorang Master Trainer Bersertifikasi berada pada posisi strategis sebagai arsitek peningkatan kapasitas di lingkungan organisasi, lembaga pelatihan, maupun korporasi besar.

Training of Trainer BNSP Master Trainer merupakan program pelatihan dan asesmen yang dirancang khusus untuk mempersiapkan tenaga profesional dengan kemampuan fasilitasi, evaluasi, dan pengembangan pelatih tingkat lanjut. Berbeda dengan pelatih biasa, seorang master trainer bertanggung jawab untuk melakukan training for trainers, yaitu melatih para calon instruktur agar memiliki kemampuan mendidik yang sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia. Gelar Master Trainer dari BNSP menjadi bukti formal bahwa pemegangnya telah lulus uji kompetensi pada delapan unit kunci, mulai dari merancang program pelatihan berbasis kompetensi hingga melakukan supervisi terhadap pelaksanaan pelatihan di lapangan.

Mengapa Sertifikasi Ini Begitu Krusial?

Sertifikasi Master Trainer dari BNSP bukan sekadar tambahan nama di belakang gelar, melainkan sebuah kebutuhan struktural dalam sistem pelatihan berbasis kompetensi. Perusahaan atau lembaga yang memiliki master trainer bersertifikat dapat memastikan bahwa seluruh proses alih pengetahuan di internal mereka berjalan sesuai standar nasional yang berlaku. Keberadaan master trainer juga menjadi salah satu syarat penting bagi lembaga pelatihan yang ingin mendapatkan akreditasi dari BNSP sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). Dengan kata lain, tanpa master trainer, sebuah institusi akan kesulitan membangun ekosistem pelatihan yang mandiri dan diakui secara nasional.

Program ToT BNSP Master Trainer membekali pesertanya dengan kemampuan yang jauh melampaui keterampilan presentasi dasar. Seorang master trainer harus mampu melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan secara mendalam menggunakan berbagai instrumen diagnostik. Mereka juga dituntut untuk merancang silabus dan modul pelatihan untuk calon pelatih, termasuk menyusun materi tentang cara mengajar yang efektif. Kemampuan lain yang tidak kalah penting adalah melakukan asesmen terhadap kompetensi pelatih junior, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta merancang strategi pengembangan berkelanjutan bagi para pelatih di bawah bimbingannya. Semua ini dilakukan dengan mengacu pada skema sertifikasi yang sudah ditetapkan BNSP.

Proses Menjadi Master Trainer Bersertifikasi

Perjalanan untuk menyandang gelar Master Trainer BNSP dimulai dengan mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP. Peserta harus sudah memiliki pengalaman sebagai pelatih minimal beberapa tahun, serta idealnya sudah memiliki sertifikasi sebagai pelatih muda atau pelatih ahli. Selama program berlangsung, peserta akan menjalani pembelajaran intensif yang mencakup teori andragogi, prinsip evaluasi pelatihan tingkat lanjut, serta teknik supervisi. Di akhir sesi, peserta harus mengikuti uji kompetensi yang terdiri dari ujian tertulis, praktik mengajar di depan kelas, serta simulasi membimbing pelatih lain. Hanya mereka yang memenuhi seluruh kriteria kelulusan yang berhak mendapatkan sertifikat kompetensi dari BNSP.

Bagi seorang profesional, memiliki sertifikasi Master Trainer BNSP membuka pintu menuju posisi-posisi senior di bidang pengembangan SDM, seperti kepala pusat pelatihan, manajer pengembangan kompetensi, atau konsultan independen berskala nasional. Sertifikat ini juga diakui dalam berbagai skema pengadaan jasa pelatihan pemerintah maupun swasta, karena menjadi jaminan bahwa pemegangnya memahami secara utuh sistem pelatihan berbasis kompetensi Indonesia. Bagi organisasi, memiliki master trainer internal berarti mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal untuk mencetak pelatih-pelatih baru. Hal ini pada akhirnya menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan dan memperkuat daya saing organisasi di era industri yang terus berubah.

Memastikan Kualitas Lulusan Program ToT

BNSP secara berkala melakukan evaluasi terhadap LSP yang menyelenggarakan program ToT Master Trainer untuk menjaga konsistensi mutu lulusan. Setiap master trainer juga diwajibkan untuk menjaga kompetensinya melalui mekanisme sertifikasi ulang atau program pemeliharaan kompetensi setelah beberapa tahun. Pendekatan ini memastikan bahwa para master trainer yang tersertifikasi tidak hanya kompeten saat pertama kali lulus, tetapi terus berkembang mengikuti perubahan standar industri dan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, program ToT BNSP Master Trainer bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju komitmen seumur hidup terhadap peningkatan mutu pelatihan di Indonesia.

Strategi Menjadi Pemimpin Pelatihan Melalui Sertifikasi Master Trainer ToT BNSP

Strategi Menjadi Pemimpin Pelatihan Melalui Sertifikasi Master Trainer ToT BNSP

Di era persaingan global yang kian ketat, dunia pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menuntut lebih dari sekadar kemampuan berbicara di depan umum. Standarisasi kompetensi menjadi instrumen vital untuk memastikan bahwa setiap materi yang disampaikan memiliki dampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologi . Dalam ekosistem ini, muncul figur kunci yang tidak hanya mengajar, tetapi juga merancang, mengelola, dan memimpin keseluruhan proses pembelajaran: pemimpin pelatihan.

Salah satu jalur paling strategis untuk mencapai posisi ini adalah dengan meraih Sertifikasi Master Trainer ToT BNSP. Kualifikasi ini merupakan pengakuan formal dari negara, melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang menandakan bahwa seorang profesional telah melampaui standar minimal dan memiliki kapasitas untuk memimpin dan membina instruktur lain . Artikel ini akan mengupas tuntas strategi menjadi pemimpin pelatihan melalui jalur sertifikasi bergengsi ini.

Mengapa Sertifikasi Master Trainer Itu Penting?

Seorang pemimpin pelatihan dengan sertifikasi Master Trainer bukanlah sekadar pengajar. Mereka adalah arsitek pembelajaran yang bertanggung jawab atas efektivitas seluruh program pelatihan. Sertifikasi ini memberikan sejumlah keunggulan krusial:

  1. Pengakuan Kompetensi Resmi: Sertifikat BNSP adalah bukti sah bahwa seorang Master Trainer telah memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk bidang pelatihan .

  2. Kredibilitas dan Daya Saing: Di mata klien korporat, instansi pemerintah, atau lembaga pendidikan, gelar ini menjadi sinyal kuat akan profesionalisme dan kapabilitas tingkat tinggi .

  3. Peran Strategis: Seorang Master Trainer bertanggung jawab untuk merancang kurikulum komprehensif, mengelola sistem pelatihan berkelanjutan, serta melakukan evaluasi tingkat tinggi untuk mengukur perubahan perilaku dan peningkatan performa peserta .

  4. Efisiensi Organisasi: Keberadaan Master Trainer di dalam tim internal dapat mengurangi ketergantungan pada konsultan eksternal dan memastikan transfer pengetahuan terjadi secara organik, sesuai dengan budaya perusahaan .

Strategi Mencapai Sertifikasi Master Trainer BNSP

Menjadi seorang pemimpin pelatihan bersertifikasi bukanlah proses instan. Ini adalah perjalanan transformasi yang membutuhkan persiapan matang dan strategi yang jelas.

1. Memahami Skema dan Persyaratan

Langkah awal yang tidak boleh disepelekan adalah memahami secara mendalam skema sertifikasi Instruktur Master yang umumnya berada pada Level 6 KKNI . Calon peserta biasanya diharuskan memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun dan pendidikan minimal S1 . Persiapan administratif seperti pengumpulan portofolio ekstensif yang mencakup dokumentasi desain instruksional, perangkat asesmen, dan laporan hasil pelatihan yang pernah dikelola menjadi kunci .

2. Menguasai Kompetensi Inti (SKKNI)

Seluruh proses pelatihan dan uji kompetensi mengacu pada SKKNI No. 333 Tahun 2020 tentang Pendidikan/Pelatihan Kerja . Seorang kandidat Master Trainer harus menguasai berbagai unit kompetensi strategis, seperti:

  • Menentukan Kebutuhan Pelatihan (Makro dan Mikro)

  • Mengembangkan Program Pelatihan Kerja

  • Merancang Strategi Pemasaran Pelatihan

  • Mengevaluasi Pelaksanaan dan Biaya Program Pelatihan

  • Mengembangkan Jejaring Kerja Sama dan Melakukan Negosiasi .

Penguasaan ini menempatkan seorang Master Trainer tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai manager bisnis pelatihan.

3. Mengikuti Program ToT (Training of Trainer) yang Tepat

Memilih lembaga pelatihan atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang kredibel dan memiliki lisensi resmi dari BNSP adalah langkah krusial . Program ToT yang baik akan membekali peserta tidak hanya dengan teori, tetapi juga pendampingan intensif hingga dinyatakan kompeten . Pelatihan ini umumnya dirancang interaktif dan aplikatif, mencakup simulasi, studi kasus, dan bimbingan langsung dari asesor dan Master Trainer berpengalaman .

4. Mengembangkan Kepemimpinan dan Soft Skills

Sertifikasi Master Trainer tidak hanya tentang kemampuan teknis. Program ini sangat menekankan pada pengembangan kepemimpinan dan integritas . Seorang pemimpin pelatihan diharapkan menjadi teladan, memiliki komunikasi persuasif, mampu memotivasi tim, dan berperan sebagai mentor bagi instruktur lainnya . Kemampuan analitis, pengelolaan emosi, dan keberanian mengambil keputusan juga menjadi aspek penting yang dinilai .

5. Adaptasi dan Inovasi di Era Digital

Seorang pemimpin pelatihan modern harus mahir mengintegrasikan teknologi. Kemampuan merancang ekosistem pembelajaran campuran (blended learning) yang menggabungkan sesi tatap muka dengan modul digital adalah keharusan . Penguasaan alat kolaborasi online dan platform e-learning menjadi nilai tambah yang signifikan untuk tetap relevan dengan generasi tenaga kerja masa kini .

Kesimpulan

Meraih Sertifikasi Master Trainer ToT BNSP adalah langkah visioner bagi siapa pun yang serius ingin menjadi pemimpin pelatihan. Ini adalah proses transformasi dari seorang pengajar menjadi seorang arsitek pembelajaran yang mampu menciptakan sistem untuk mengubah potensi individu menjadi kompetensi nyata .

Dengan sertifikasi ini, seorang profesional tidak hanya mendapatkan pengakuan dan kredibilitas, tetapi juga membuka pintu menuju proyek-proyek strategis berskala nasional dan internasional . Investasi waktu, tenaga, dan biaya untuk meraih gelar ini adalah fondasi untuk membangun karier yang lebih tinggi dan bermakna, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM Indonesia secara keseluruhan.

Copyright © 2026 Sertifikasi ToT BNSP

Triyana

Profil Trainer

Seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI. Memiliki latar belakang keilmuan di bidang Learning & Performance Consultant, Learning Design, E-Learning Designer, CX Designer, LX Designer, dan Learning Facilitator. Selama lebih dari 6 tahun Ia dipercaya sebagai konsultan untuk perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Tak berhenti di situ, kepiawaian beliau dalam bidang Engineer, Digital Marketing, Service Quality Assurance, dan HRD pun mampu memberikan perspektif unik dalam merancang solusi yang komprehensif dan tepat sasaran. Maka dari itu, Coach Triyana siap menjadi mitra ideal bagi Anda yang ingin mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan yang telah dirancang secara khusus.

Fauzi Noerwenda

Profil Trainer

Fauzi Noerwenda adalah seorang Certified Master Trainer dari BNSP RI dan pendiri Persona Public Speaking. Dengan pengalaman dan keahliannya, Fauzi telah membantu banyak individu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri mereka. Sebagai seorang penulis, bukunya yang berjudul “Street Smart MC” menjadi panduan bagi mereka yang ingin menjadi Master of Ceremony (MC) yang handal. Kontribusinya sebagai pengurus HIPAPI Indonesia pun menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan profesi dan komunitas pembicara publik di Indonesia.

Trisna Lesmana

Profil Trainer

Trisna Lesmana adalah seorang Master Trainer Assessor BNSP RI. Juga Trainerpreneur yang telah membuktikan kiprahnya di dunia bisnis. Memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2023 dengan mendirikan bisnis pelatihan “Training of Trainer BNSP Certification”, ia berhasil mencetak lebih dari 2.000+ alumni dan dipercaya oleh 200+ perusahaan dan perguruan tinggi dalam waktu kurang dari dua tahun.

Hingga saat ini, Trisna Lesmana telah menjalankan 12 bisnis lintas industri, di antaranya: Klinik Kecantikan, Skincare, Pelatihan, Konsultan, Agency, & Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Perjalanan Karier

Trisna Lesmana memulai karier sebagai Professional Corporate Trainer  dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Namanya kian dikenal saat ia menjadi salah satu dari 14 coach yang berkontribusi dalam buku “Coaching Series” (Buku Untuk Pelaku UMKM). Ia juga menulis buku keduanya, “Living Agile with NLP,” yang telah memasuki cetakan ke-4. Karya-karyanya mendapat apresiasi tinggi dari tokoh nasional dan artis ternama, seperti: Sandiaga Uno, Ariel (Noah), Merry Riana, Jamil Azzaini, Sandy Susanto, Dani Sumarsono, Dll.

Penghargaan

Pada tahun 2017, Trisna Lesmana meraih penghargaan Best Performance di event “Influence Your Audience” yang diselenggarakan oleh Akademi Trainer.

Dunia Bisnis dan Content Creation

Pada tahun 2023, ia memperluas kiprahnya ke Dunia Bisnis dan mengukuhkan dirinya sebagai Content Creator pada tahun 2024. Di bawah mentoring Deddy Corbuzier dan Coach Indrawan Nugroho melalui program Content Creator Business School, Trisna berhasil merilis konten eksklusif di Instagram pribadinya yang mendapatkan penghargaan dan liputan dari berbagai media ternama, seperti: Liputan6, Republika, Detik.com, Warta Ekonomi, Media Indonesia, Jawa Pos, dan banyak lagi.

Komitmen dan Visi

Saya bantu Business Owner agar produknya dikenal luas, diterima market, & laris dengan pendekatan Smart Business Framework (SBF).

Smart Business Framework (SBF) adalah model bisnis yang fokus optimasi pada tiga pilar; Campaign Iklan (Digital Marketing), Positioning Product, & Akuisisi Market. Telah terbukti membantu ribuan pebisnis memetakan strategi agar produknya laris di pasaran.